digplanet beta 1: Athena
Share digplanet:

Agriculture

Applied sciences

Arts

Belief

Business

Chronology

Culture

Education

Environment

Geography

Health

History

Humanities

Language

Law

Life

Mathematics

Nature

People

Politics

Science

Society

Technology

A pair of umbul-umbul-style decorative flags flown in Switzerland.

Umbul-umbul, also called rérontek or, archaically, tunggul,[1] are a type of flag or pennant made of a strip of cloth whose longer side is attached to a pole.[2] They are used in the traditional culture of Java and Bali, Indonesia, where they are carried in festivals[3] and serve other decorative purposes.

Etymology[edit]

A Sundanese language dictionary of 1862 translates the word "umbul-umbul" as "a banner; any signal, as a flag or other object, hoisted so as to be seen at a distance. Banners carried about the person of native chiefs. A small flag attached to a spear." It also notes that the same word, pronounced differently, means "to come in sight, to show up".[4]

References[edit]

  1. ^ Hinzler, H. I. R. (1986). Catalogue of Balinese Manuscripts in the Library of the University of Leiden and Other Collections in the Netherlands. Neubronner van der Tuuk, Herman. Brill Archive. p. 300. ISBN 90-04-07236-5. 
  2. ^ Robson, Stuart O.; Wibisono, Singgih; Kurniasih, Yacinta (2002). Javanese-English Dictionary. Tuttle Publishing. p. 779. ISBN 0-7946-0000-X. 
  3. ^ Bensley, Bill (2008). Paradise by Design. Tuttle Publishing. p. 116. ISBN 0-7946-0493-5. 
  4. ^ Rigg, Jonathan (1862). A Dictionary of the Sunda Language of Java. Lange. 

Original courtesy of Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Umbul-umbul — Please support Wikipedia.
This page uses Creative Commons Licensed content from Wikipedia. A portion of the proceeds from advertising on Digplanet goes to supporting Wikipedia.

2393 news items

Balikpapan Pos

Balikpapan Pos
Wed, 03 Feb 2016 20:05:02 -0800

BALIKPAPAN - Pihak Kecamatan Balikpapan Tengah langsung menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Wali Kota Rizal Effendi agar kecamatan memasang umbul-umbul guna memeriahkan HUT ke-119 Kota Balikpapan yang jatuh Rabu, 10 Februari nanti.

Tribun Timur

Tribun Timur
Tue, 02 Feb 2016 19:53:47 -0800

Dari 123 desa dan kelurahan hanya Desa Balangpesoang memiliki persiapan penyambutan hari ulang tahun daerahnya dengan cara memasang umbul-umbul. Rencananya besok daerah yang berjuluk Butta Panrita Lopi ini akan merayakan ulang tahunnya ...

Balikpapan Pos

Balikpapan Pos
Tue, 02 Feb 2016 20:02:52 -0800

BALIKPAPAN – Peringatan HUT ke-119 Kota Balikpapan tinggal 8 hari lagi. Sejak kemarin, sudah terasa semarak di sudut-sudut Kota Balikpapan karena mulai banyak umbul-umbul ucapan mulai dipasang di median dan jalan-jalan protokol, termasuk di Jl ...

Warta Kota

Warta Kota
Wed, 13 Jan 2016 18:06:59 -0800

WARTA KOTA, BOGOR - Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat akan membatasi jumlah reklame nonpermanen seperti spanduk dan umbul-umbul dengan memberlakukan zona larangan di jalan protokol dan pusat kota. "Wali Kota mencoba melakukan ...

ANTARA

ANTARA
Sat, 06 Feb 2016 04:11:15 -0800

... pajak reklame berasal dari pengenaan reribusi stiker sebesar Rp620 ribu, papan bersinar Rp11 juta, papan bertiang Rp32 juta, papan nama Rp30 juta, neon box Rp27 juta, lukisan dindik atau "wall painting" Rp35,8 juta, spanduk Rp41,2 juta, umbul-umbul ...

Berita Tangerang

Berita Tangerang
Tue, 02 Feb 2016 17:51:46 -0800

METROPOLITAN.ID | TANGSEL – Puluhan spanduk liar di sepanjang Jalan Raya Maruga, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dipreteli anggota Satpol PP. Penertiban terhadap spanduk dan umbul-umbul yang malang melintang di jalan ...

KOMPAS.com

KOMPAS.com
Fri, 05 Feb 2016 03:03:45 -0800

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Petugas Kelenteng Darma Ramsi, Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/2/2016), membersihkan patung Dewa Kwan Kong di altar untuk menyambut peribadatan tahun baru Imlek. Selain pusat pertokoan dan rumah warga, ...

teraslampung (Sindiran) (Siaran Pers)

teraslampung (Sindiran) (Siaran Pers)
Fri, 05 Feb 2016 11:47:48 -0800

Jika mengenang Bandung, pasti mengenang Braga. Bermimpi Eropa, maka di Bragalah tempatnya. Sudut romantis Kota Bandung. Semua mahasiwa luar Bandung era 70-80an, pasti pernah melewatkan malam puitik di sini. Mendengarkan deting kecapi ...
Loading

Oops, we seem to be having trouble contacting Twitter

Support Wikipedia

A portion of the proceeds from advertising on Digplanet goes to supporting Wikipedia. Please add your support for Wikipedia!

Searchlight Group

Digplanet also receives support from Searchlight Group. Visit Searchlight