digplanet beta 1: Athena
Share digplanet:

Agriculture

Applied sciences

Arts

Belief

Business

Chronology

Culture

Education

Environment

Geography

Health

History

Humanities

Language

Law

Life

Mathematics

Nature

People

Politics

Science

Society

Technology

Kerokan is a traditional Indonesian folk cure, wherein a coin or ladle is drawn across the back. This action supposedly helps to release "wind" from the body by increasing blood flow near the skin's surface. The practice can also cause marking or injury.

Another belief is that the coin serves as an attempt to draw the bad spirits that are making you feel sick out of your body (since bad spirits are known to be attracted to money). The redder or darker the marks are, then the sicker you actually are.

The procedure starts from your neck, arms, chest to your stomach, back and down your legs.

See also[edit]

External links[edit]



Original courtesy of Wikipedia: http://en.wikipedia.org/wiki/Kerokan — Please support Wikipedia.
This page uses Creative Commons Licensed content from Wikipedia. A portion of the proceeds from advertising on Digplanet goes to supporting Wikipedia.
1 videos found

https://youtube.com/devicesupport

https://youtube.com/devicesupport http://m.youtube.com

 
1 videos found

391 news items

 
VIVA.co.id
Mon, 25 May 2015 22:42:15 -0700

VIVA.co.id - Bagi masyarakat Indonesia, pasti akrab dengan istilah kerokan, yang seringkali dilakukan ketika sakit. Namun isu tentang bahaya kerokan sering beredar, dan menimbulkan kesimpangsiuran. Lalu sebenarnya, aman atau tidak kah bagi kita ...

Jakarta Post

Jakarta Post
Tue, 06 May 2014 23:09:37 -0700

Demystifying 'kerokan' a Surakarta palace healing tradition. Ade Rizal, The Jakarta Post, Surakarta, Central Java | Culture | Wed, May 07 2014, 12:57 PM. Tradition: The back of the body is where impure blood and poisons gather and it is believed ...

Tribun Medan

Tribun Medan
Fri, 24 Apr 2015 23:10:02 -0700

TRIBUN-MEDAN.com - Anda tentu sudah sangat mengenal istilah kerokan. Ini merupakan satu metode pengobatan tradisional. Lazimnya untuk mengobati demam yang disebabkan oleh "masuk angin". Metode kerokan macam-macam. Ada yang dengan ...

Tempo.co

Tempo.co
Sat, 25 Apr 2015 22:55:42 -0700

“Masuk angin, langsung kerokan,” ujarnya kepada Tempo. Maklum, dia baru pulang dari Bandung, mengikuti peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika, setelah sehari sebelumnya melakukan sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Pekalongan, Jawa Tengah ...

Tribunnews

Tribunnews
Wed, 12 Nov 2014 08:36:59 -0800

Sepulang tur tersebut, sampai kamar tak tahan lagi Elfin langsung mengoleskan minyak penghangat seperti minyak kayu putih dan sebagainya, kerokan badan sedikit oleh dirinya sendiri dan kaki direndam air panas di kamarnya, sendirian, "Teler deh saya ...

Sriwijaya Post

Sriwijaya Post
Mon, 23 Feb 2015 21:48:45 -0800

SRIPOKU.COM -- Stres sejatinya adalah gangguan jiwa yang paling sering terjadi. Sehari-hari kita bisa mengalaminya tanpa menimbulkan masalah. Namun stres tidak bisa dianggap remeh. Sebab ada stres bisa mendatangkan penyakit yang lebih serius.
 
VIVA.co.id
Tue, 21 Apr 2015 14:22:30 -0700

VIVA.co.id - Apakah Anda termasuk salah satunya yang pernah mencoba kerokan? Masuk angin, pegel-pegel, sebentar-sebentar dikerok. Pasti ini bisa jadi menjadi kebiasaan Anda jika mengalami gejala tersebut. Metode pengobatan ini banyak sekali ...
 
VIVA.co.id
Tue, 17 Feb 2015 20:30:00 -0800

Berbagai negara di Asia lainnya seperti Kamboja, Vietnam dan China, juga percaya bahwa kerokan memberikan reaksi positif dalam menyembuhkan beberapa penyakit, salah satunya masuk angin yang biasa muncul dengan beberapa gejala seperti mual, ...
Loading

Oops, we seem to be having trouble contacting Twitter

Support Wikipedia

A portion of the proceeds from advertising on Digplanet goes to supporting Wikipedia. Please add your support for Wikipedia!

Searchlight Group

Digplanet also receives support from Searchlight Group. Visit Searchlight