|
Sections
Agriculture
Applied sciences
Arts
Belief
Business
Chronology
Culture
Education
Environment
Geography
Health
History
Humanities
Language
Law
Life
Mathematics
Nature
People
Politics
Science
Society
Technology
|
The image of a woman or a goddess in ancient regal attire at Indonesian National Monument, Jakarta. It is probably the popular depiction of Ibu Pertiwi in Indonesia.
Ibu Pertiwi (English: Mother Prithvi or Mother Earth)[1] is a national personification of Indonesia and East Malaysia, the allegory of Tanah Air (Indonesian: land and water), the Indonesian Motherland. Since prehistoric times the tribes of the Indonesian archipelago often revered earth and nature spirits as a life giving mother, a female deity of nature. After the adoption of Hinduism in the early first millennium, Ibu Pertiwi was identified with Prithvi, the Hindu mother goddess of Earth, who was thus given the name "Pertiwi".
Ibu Pertiwi is a popular theme in Indonesian patriotic songs and poems and was mentioned in several of them, such as the song "Ibu Pertiwi" and "Indonesia Pusaka" . In the national anthem "Indonesia Raya" the lyrics "Jadi pandu ibuku" ("Become the scout/guide for my mother") is a reference to Ibu Pertiwi as the mother of Indonesian people. Despite her popularity in patriotic songs and poems, her physical representations and images are rare.
See also [edit]
| |
Pikiran Rakyat
Sun, 28 Apr 2013 21:20:41 -0700
JAKARTA, (PRLM).- Kesal dengan biaya sekolah yang mahal, Ade Pujiati nekat mendirikan sekolah gratis di teras rumahnya. Kendati belajar di teras, namun siswa SMP Gratis Ibu Pertiwi tak ada bedanya dengan siswa SMP lainnya. Mereka menggunakan ...
|  Khabar Southeast Asia |
Khabar Southeast Asia
Sun, 28 Apr 2013 09:19:36 -0700
For many Indonesians, the earth is a motherland – Ibu Pertiwi (Mother Earth) -- that everyone needs to share. "It is important to keep our environment safe. Islam teaches us to love our nature; it's God's creation. You can support Earth Day not only ...
| | |
merdeka.com
Tue, 21 May 2013 11:32:18 -0700
Bila bukan Jawa, nusantara akan terpecah. Mitos atau kabar burung itu seakan menjadi legitimasi saat Timor-Timur akhirnya lepas dari pangkuan Ibu Pertiwi. Timor-timur lepas setelah pria kelahiran Pare-pare itu menjabat sebagai Presiden ketiga di ...
| | |
Tribunnews
Tue, 21 May 2013 08:35:34 -0700
Akan tetapi, semata-mata panggilan tugas “Trisula TNI”, yakni sebagai kekuatan pertahanan, sebagai kekuatan kultural dan sebagai kekuatan moral bangsa, dalam memberikan dharma baktinya kepada “Ibu pertiwi”, demi kesejahteraan rakyat, bangsa dan ...
| | |
Suara Karya
Mon, 20 May 2013 14:02:43 -0700
Terkait dengan hari kebangkitan Nasional, pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini juga mengajak putra-putri bangsa untuk mengabdi kepada ibu pertiwi dengan segenap daya dan kemampuannya masing-masing, serta seturut dengan ...
|  Inilah.com |
Inilah.com
Sun, 19 May 2013 20:14:16 -0700
Pada 1969, ketika Papua baru enam tahun kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, sejumlah laki-laki rakyat Papua masuk ke hutan. Mereka tidak puas dan mempertanyakan manfaat dari Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) yang dibentuk oleh PBB dan hasilnya ...
|  Suara Pembaruan |
Indosiar
Wed, 01 May 2013 21:38:07 -0700
indosiar.com, Sorong, Papua - (Kamis, 02/05/2013) Tahukah anda, bahwa satu Mei 2013, merupakan hari dimana Irian Barat kembali kedalam pangkuan ibu pertiwi. Lima puluh tahun lalu tepatnya tahun 1963, Indonesia harus berjuang secara diplomasi ...
|  Solopos |
Solopos
Mon, 13 May 2013 11:00:04 -0700
Gendhing wajib berupa Kadukrena dan Ibu Pertiwi. Sedangkan, gendhing pilihannya yakni Sontoloyo, Kudangan, Lumbung Desa, Mikat Manuk, Empat Lima, Kenthongan, Ngundha Layangan, Ronda Kampung, Jaka Tarub dan Sarung Jagung. Ada tiga juri ...
|
Oops, we seem to be having trouble contacting Twitter
|
|
You can talk about Ibu Pertiwi with people all over the world in our discussions.
|